Friday, 11 November 2016

Kapasitas Local Disk (C:) Menurun?

Kapasitas Local Disk (C:) menurun? Jangan dulu berpikir bahwa ini disebabkan virus. Arsip seperti video, gambar, dan dokumen lainnya yang sering dibuka juga menyebabkan kapasitas (C:) berkurang jika sering dibuka, selain disebabkan hal-hal yang bisa dibersihkan via "Properties". Lalu bagaimana caranya?
 
  • Pastikan item-item yang tersembunyi dapat terlihat, atau bisa diedit via Properties dengan menceklist "Show Hidden Files and Contents".
  • Setelah itu, masuk ke C:, pilih user, lalu pilih nama user sesuai nama komputermu, kemudian AppData, Local, dan terakhir Temp. Di Temp inilah bekas arsip yang dibuka muncul. Hapus semuanya lalu hapus secara permanen di "Recycle Bin".
Selamat mencoba!!

Thursday, 20 October 2016

Demam Double-Glass

Sepertinya di dunia perbisan tidak ada yang tidak mungkin. Awalnya demam beda karoseri beda varian, terus demam HD (termasuk Semi HD), kemudian SHD dan SDD, nah sekarang ada demam terbaru, yaitu demam Double-Glass, mulai dari Adiputro dengan SHD dan SDD, lalu Morodadi Prima dengan Grand Tourismo Double-Glass, kemudian ada Rahayu Santosa dengan Jetliner, dan Tentrem dengan Avante. Oh ya, sekarang Adiputro meluncurkan lagi varian yang baru yaitu HDD atau Saya sebut High Double Decker, dan jangan lupa, karena ada pembatas kaca atas dan bawah, maka Saya bisa bilang Double-Glass dong... :v
Nah, kok bisa sampai bilang Double Decker? Ya bisa dong, dek pertama kan bagasi, sedangkan dek kedua yaitu dek penumpang. Oke, mungkin sekarang bahas dulu ya tentang HDD. Entah kenapa dikasih nama HDD, tapi yang jelas mirip SHD hanya saja basisnya adalah HD lalu dibuat Double-Glass. Karena basisnya adalah HD jadi chassis ky MB tp dibawah 1836 bisa dipasangkan ke bodi HDD ini, seperti OH 1626, dan juga untuk Hino seperti RN285 yang tidak bisa dipasang pada SHD.
Bedain dengan SHD gimana ya? Bisa dilihat pada atas spakbor. Kalo HDD, karena basisnya adalah HD, maka lebarnya sama seperti HD biasa, sedangkan pada SHD, lebarnya kurang lebih dua kali lipat dibandingkan HD biasa. Apalagi ya? Ya, topi. Topinya lebih kecil jika dibandingkan dengan SHD, tentu termasuk wiper atas yang hanya satu seperti pada Jetliner.

Mungkin sekian dulu tentang demam kaca ganda ini. Wassalam

Sunday, 25 September 2016

Tentrem Avante

Sepertinya bukan hanya Adiputro yang punya jenis Super High Deck, ternyata karoseri Tentrem meluncurkan SHD-nya juga loh, tapi namanya bukan Scorpion-X SHD atau mengambil dari varian lain yang sudah ada, melainkan Avante.
 
Lampu depannya mirip seperti lampu pada Cipta Karya, sementara belakangnya mirip seperti Tentrem Galaxy tapi lebih rata dan letak plat nomornya dibumper bukan dikap mesin. Sementara pada bagian atas, spoiler menyatu dengan bodi, seperti spoiler yang biasa dipakai drag, atau duck tail.
 
Untuk lebih jelasnya silakan cek di youtube atau kunjungi grup facebook "Tentrem Mania".

Sunday, 28 August 2016

Bus di GIIAS 2016 (Bagian2): Adiputro

Entri ini adalah entri lanjutan dari "Bus di GIIAS 2016 (Bagian1): Adiputro" dan entri ini masih berisi tentang produk Adiputro, hanya saja entri ini berisi tentang produk bus medium dan minibus yang lazim disebut "elf". Untuk bus mediumnya, Adiputro masih tetap mengusung nama Jetbus2+ MD, hanya saja interiornya terlihat seperti interior Bus Transjakarta, baik itu tempat duduk maupun pegangan untuk penumpang yang berdiri. Bus ini menggunakan chassis Hino FC190. Sedangkan untuk minibus, Adiputro mengandalkan Jetbus MCT dan Jumbo Jetbus2+ MC. Jetbus MCT sendiri adalah campuran dari Jetbus2+ MD dan Jumbo Jetbus2+ MC (chassis seperti chassis yang dipakai untuk Jetbus2+ MD tapi bajunya seperti Jetbus2+ MC dan lebih besar), sementara Jumbo Jetbus2+ MC sendiri pakai chassis yang biasa dipakai untuk elf tapi bajunya punya banyak kemiripan dengan Jetbus MCT. Namanya juga Medium Coach hehehe. Berikut ini adalah foto-foto bus medium dan bus mini beserta interiornya, lalu akan ada entri berikutnya berisi tentang produk dari Karoseri Laksana, jadi jangan lewatkan ya....


Adiputro Jetbus2+ MD

Adiputro Jumbo Jetbus2+ MC


Friday, 26 August 2016

Bus di GIIAS 2016 (Bagian1): Adiputro

Terima kasih untuk menyempatkan diri untuk membaca entri ini dan entri sebelumnya. Kali ini Saya akan mengulas sedikit mengenai bus yang dipamerkan di GIIAS 2016 yang berlokasi di BSD.
  • Adiputro Jetbus2+ SuperHighDeck Luxury Coach
Pada pameran GIIAS 2016 kemarin, ada dua unit bus Adiputro yang dipamerkan, yaitu Luxury Coach dan Skyview Coach. Untuk Luxury Coach, mesin yang diusung adalah J08E-UF yang dipasang pada chassis Hino R260 yang GVM-nya sebesar 14.2 ton (dibawah minimal yakni 18 ton, plus penulis lebih suka menyebutnya GVM atau Gross Vehicle Mass karena satuan berat bukan kilogram, melainkan Newton, tapi abaikan saja karena sudah terlalu umum hehehe) serta mesin 7.684 cc dengan tenaga 260 PS/2500rpm dan torsi 76 KGM/1500rpm.  Kalo dilihat sekilas, pembaca (terutama pecinta bus) berpikir bahwa ini seperti bus yang dipamerkan pada GIIAS 2015. Tentu saja ini wajar, tapi jika diperhatikan lebih jauh, pembaca akan menemukan perbedaan yang paling mencolok pada bagian belakang dan kaki-kaki, serta pada bagian atas jika melihat bus ini dari atas, atau dari samping tapi agak jauh. Bedanya ada pada kap mesin, kisi dibawah kaca belakang, letak pendingin kabin bus, dan penggunaan suspensi udara yang sudah masuk spek. Silakan cermati bedanya ya...
 Gambar1, Luxury Coach

 Gambar2, Zhafira Jetbus2+ HD
Gambar3, Sumber Jaya Trans Jetbus2+ SHD
Gambar2 dijadikan referensi untuk perbandingan air intake dengan Gambar1, sedangkan Gambar3 dijadikan referensi untuk perbandingan kap mesin dengan Gambar1. Jika diperhatikan, air intake pada Gambar2 (persegi hitam) terletak dibawah kaca belakang, sejajar dengan pintu darurat, sedangkan pada Gambar1, air intake (kemungkinan) ada diatas intake AC, karena disebelah kiri tidak ada intake kecil seperti itu. Nah, untuk perbandingan kap mesin antara Gambar1 dengan Gambar3, tinggi kap mesin hanya sampai lampu belakang tetapi lebih tinggi sedikit, sedangkan pada Gambar1, pembaca akan teringat pada salah satu bus di pameran GIIAS 2015 lalu: Jetbus2+ SDD. Perbedaan berikutnya ada pada letak AC. Biasanya, letak AC akan ada diatap, tapi untuk Luxury Coach, letaknya nyatu dengan mesin. Apakah tidak kepanasan ya? Selama pemisahnya adalah isolator yang baik, tentu AC nya tidak akan ikut panas.
Berikut ini adalah gambar bus Luxury Coach pada bagian interior. Berikutnya... Skyview Coach, dan untuk medium-bus dan minibus silakan lihat 'Bus di GIIAS 2016 (Bagian2): Adiputro'.

  • Adiputro Jetbus2+ SHD Skyview Coach
Mengapa bus yang satu ini disebut Skyview Coach? Alasannya adalah pembaca dapat melihat kelangit meskipun didalam bus! Mirip seperti mobil yang punya Sunroof. Letak pendingin kabin? Sama seperti Luxury Coach, tepat diatas mesin. Bus ini berdapur pacukan DC13-107 pada chassis Scania K410 IB dengan kapasitas mesin +- 13L yang mampu memuntahkan tenaga 410 hp/1900rpm dan menorehkan torsi 2000 nm/1000-1350 rpm (http://www.busnesia.com/2015/11/bus-scania-k410-opticruise-po-satria.html) serta GVM 25 ton.

Saturday, 20 August 2016

MB OH 1836 with Scania K360IB

Hari ini, sesuai janji penulis, penulis akan menjelaskan perbedaan MB OH 1836 dengan Scania K360IB dari tampilan eksterior. Sebelumnya akan ada pendahuluan ya... Chassis OH 1836 punya GVM sebesar 18.5 ton, sedangkan mesinnya mampu memuntahkan tenaga 360 hp, sama seperti Scania K360IB tapi GVM lebih rendah 1 ton daripada K360IB. Dari sini disimpulkan bahwa OH 1836 kalah dalam daya angkut tapi menang dalam hal rasio mass to power (MTP) dimana MTP OH 1836 sebesar 50+(500/36), artinya 1 hp tanggung beban semassa 50+(500/36) kg (seberat +- 500 Newton), lebih rendah 100/36 kg dibandingkan K360IB. Kelebihan OH 1836 yang lainnya adalah harga dan biaya perawatan yang lebih murah karena chassis ini bersifat CKD (Completely Knock Down) alias rakitan lokal, sementara K360IB bersifat CBU (Completely Build Up) alias didatangkan langsung dari Negara asal pabrikan, yaitu Swedia.

Akan tetapi, untuk pengereman, keduanya telah menggunakan cakram ventilasi. Keduanya lulus uji emisi setara Euro3, yang tidak sebanding dengan kualitas solar di Indonesia, dimana hanya mesin dengan kelulusan uji emisi Euro2 yang tangki solarnya boleh diisi dengan solar tersebut. Tapi, apa bisa mesin Euro3 diisi solar Euro2? Bisa, tapi umur komponen akan pendek pastinya.

Nah, sekarang tentang cara membedakan kedua chassis diatas. Ketika belum berbaju, pasti dapat menemukan perbedaan yang mencolok, tapi bagaimana membedakan kedua chassis ini jika berbaju dengan varian yang sama? Mungkin ini bisa membantu:
1.Pada bus berchassis OH 1836 , biasanya akan ditemukan kisi persegi dibawah pintu darurat (kecuali untuk bus NPM RS New Skyliner HD yang akan dipost dan bus lainnya, tidak ditemukan kisi persegi tersebut). Sementara pada bus berchassis K360IB, dibawah pintu darurat ada pintu bagasi (biasanya jadi tempat bersemayamnya aki).
2.Jarak spakbor belakang dengan bawahnya pintu darurat. Untuk OH 1836, jaraknya kurang lebih sama dengan Hino, baik itu R260 atau RN285, sedangkan K360IB, jaraknya agak lebih lebar dibandingkan OH 1836.
3.Posisi tutup tangki solar. Untuk OH 1836, letaknya di spakbor depan, sedangkan untuk K360IB, letaknya diantara pintu depan dengan spakbor depan. Catatan: Beda varian bodi belum tentu sama posisinya.
4.Total pintu bagasi (tidak termasuk yang dibawah pintu darurat). Keduanya punya total pintu bagasi yang sama jumlahnya (jika keduanya berbaju AP tipe Super HD), tapi berbeda jika berbaju Tentrem. Contoh: Bus Harapan Jaya berbaju Tentrem Scorpion X. Untuk chassis OH 1836, pintu bagasi barang ada 8 (kiri-kanan=4), sedangkan untuk K360IB, kiri-kanan masing-masing 3, jadi totalnya 6.
Berikut ini pic bus NPM RS New Skyliner HD OH 1836

dan ini pic bus K360IB yang sekarang jadi milik Pandawa 87

Friday, 27 May 2016

Mengganti Tampilan Head Unit Honda HR-V

Setiap head unit punya setting yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi. Biasanya yang paling sering disetting adalah pada bagian audio dan display, terutama karena kemampuan audio yang dapat dimaksimalkan sehingga kualitas suara yang dihasilkan lebih baik atau karena pemilik bosan dengan tampilan head unit ketika dinyalakan. Untuk kasus ini, kendaraan yang dijadikan objek adalah Honda HR-V (untuk semua varian) karena menggunakan HU JVC, tapi selama HU yang digunakan bermerek JVC, Anda pun bisa memaksimalkan tampilan interior mobil Anda ketika malam hari.
 
Berikut ini adalah langkah yang bisa digunakan untuk mengganti layar standar HU JVC :
 
1.Pastikan mesin dalam keadaan menyala atau kunci kontak dalam posisi ACCU ON. Hal ini dikarenakan ada beberapa mobil yang telah menggunakan tombol untuk menyalakan mesin sehingga tidak ada pilihan ACCU ON.
 
2.Siapkan FD alias flashdisk yang berisi gambar yang akan dijadikan background. Format fotonya harus .JPG atau .JPEG jadi selain itu wajib dikonvert dan biasanya hampir semua gambar berformat .JPG atau .JPEG terdeteksi. Colokkan flashdisk ke USB receiver (Untuk Honda HR-V, USB receiver ada di laci dasbor, juga untuk kebanyakan mobil Honda lainnya).
 
3.Pada display menu, pilih USB lalu ubah mode menjadi Still Picture (efeknya agar pilihan Capture tersedia) lalu tekan Play/Pause agar tampilan slide berhenti. Kemudian kembali ke menu utama, pilih Settings-Display-Display Design-Enter-Capture. Disini Anda dapat mengatur gambar mana yang akan dipilih, bisa normal atau zoom-in. Kemudian Capture lalu pilih Yes (setelah ada pertanyaan Overwrite Captured Image).
 
4.Jangan lupa untuk menyesuaikan warna teks dan tombol agar tampilan interior kendaraan Anda lebih maksimal meskipun semuanya original.
 
Agar lebih jelas, simak video berikut ini:
 
Jika masih kurang jelas, maka Saya akan menampilkan video langkah-langkah diatas.